Pegawai Bapusip Bali ”Matirta Yatra” ke Bumi Gora

Selama dua hari pada hari Jumat dan Sabtu (16-17 Desember 2011) pegawai Bapusip Bali mengadakan acara tirta yatra ke bumi gora (gogo rancah) Lombok, Nusa Tenggara Barat. Selama matirta yatra sempat mengunjungi dan melakukan persembahyangan di empat lokasi pura yang ada di sana, meliputi ; pura Suranadi, Narmada, Lingsar, dan pura Batu Bolong. Keempat pura ini lokasinya tidak berjauhan sehingga dengan cepat sampai di lokasi yang dituju. Persembahyangan dituntun oleh pemangku pura, kecuali di pura Batu Bolong persembahyangan dipimpin oleh salah satu pegawai karena hari sudah malam sehingga pemangku di pura tersebut sudah “mapamit”(pulang) ke rumah.

 
Menurut penuturan pemandu wisata asal Bali yang lahir dan menetap di bumi gora, Gede Pande Balok bahwa sebagian besar pura yang ada di Lombok di bangun pada abad ke-18 oleh raja Karangasem Anak Agung Ngurah Agung setelah dapat menduduki dan mengalahkan raja Sasak. Kecuali pura Suranadi merupakan salah satu pura peninggalan dari Danghyang Dwijendra (yang di Bali disebut dengan Danghyang Nirartha).
 
Pada hari kedua kunjungan rombongan pegawai Bapusip Bali juga sempat mengunjungi obyek wisata Taman Nasional Gunung Rinjani yang dikenal dengan nama “Otak Kokok”. Di obyek wisata ini terdapat mata air yang memancur ke kolam yang konon menurut cerita katanya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Oleh karena itu setiap hari banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun wisatawan luar daerah Lombok.
 
Kegiatan “matirta yatra” seperti ini perlu dilakukan secara berkesinambungan. Dengan kegiatan “matirta yatra” dapat mempertebal keimanan dan meningkatkan srada bakti kepada Ida Sanghyang Widi Wasa/Tuhan Yang Mahaesa. Selain itu juga dapat menghilangkan kejenuhan selama melaksanakan tugas kantor dan memupuk rasa persaudaraan antar pegawai di lingkungan Bapusip Bali.
 
Kegiatan terakhir sebelum meninggalkan bumi gora, Lombok rombongan pegawai Bapusip Bali sempat mengunjungi pasar oleh-oleh “sayang-sayang” untuk membeli cendera mata. Tidak ketinggalan juga mengunjungi pusat tekstil khas Lombok dan pasar Sweta dengan tujuan yang sama yaitu mencari oleh-oleh dan cendera mata.(sua)