Informasi
Pelatihan Alih Media Koleksi Bahan Pustaka
Di Bapusip Bali Jalan Teuku Umar Nomor 55 Denpasar telah diselenggarakan pelatihan alih media bahan pustaka. Pelatihan yang digagas oleh Perpusnas ini dilaksanakan selama dua hari yaitu pada hari Sabtu (28/1) dan Senin (30/1) tahun 2012.
Rombongan pelatih dari Perpusnas berjumlah empat orang. Keempat orang secara bergantian memberikan tata cara dan tehnik mengalihmediakan bahan pustaka dengan menggunakan camera foto. Peserta pelatihan di lingkungan pegawai Bapusip Bali yang berjumlah sepuluh orang mengikuti pelatihan dimaksud dengan tekun dan sungguh-sungguh.
Pelatihan semacam ini tidak hanya sekali saja. Akan tetapi berlanjut secara bertahap. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan juga dengan maksud untuk mempersiapkan pelaksanaan Centre of Exellence (sebagai pusat informasi budaya lokal) seperti yang telah diprogramkan dan disosialisasikan oleh pihak Perpusnas tahun lalu. Maka untuk melancarkan jalannya program tersebut pihak Perpusnas tidak hanya memberikan bantuan berupa perangkat lunak peralatan web site akan tetapi yang paling penting adalah sumber daya manusia sebagai penggerak juga harus dididik dan dilatih agar dalam pengelolaannya betul-betul profesional.
Sebagai salah satu perpustakaan mitra dari enam perpustakaan yang ditunjuk oleh Perpusnas Bapusip Bali mengemban tugas dan tanggung jawab yang sangat berat. Hal ini disebabkan karena kondisi dan keberadaan serta SDM yang dimiliki masih sangat kurang. Namun demikian menurut Kepala Bapusip Bali, Luh Putu Haryani ketika hadir saat menjelang berakhirnya pelatihan mengatakan bahwa pelaksanaan Centre of Excellence (CoE) optimis akan dapat berjalan dengan baik. Asalkan, menurut Haryani adanya kerjasama yang baik diantara pegawai Bapusip Bali terutama tenaga teknis yang ada. Lebih lanjut dikatakan kesuksesan pelaksanaan CoE juga harus didukung oleh ketekunan serta rasa pengabdian yang sungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
Pada kesempatan itu Kepala Bapusip Bali juga sempat memberikan sanjungan kepada salah satu pegawai, walaupun tidak ada dana tetapi tetap tekun dan rajin untuk mengolah dan mengalihmediakan koleksi, terutama terbitan yang ada di daerah Bali. Dari pernyataan Kepala Bapusip Bali, yang terpenting suksesnya suatu program dan kegiatan adalah adanya rasa tanggung jawab yang tinggi dan cinta terhadap suatu pekerjaan yang dilandasi dengan rasa pengabdian.(sua)


